My Future is in My Class: Bener nggak?


Image

Menjengkelkan! – houseofsixten.com

Hari gini masih pake metode ceramah? Basi, bro!

Udah gitu membosankan lagi…

Memuakkan…

Coba dihitung, yang tidur berapa orang?

Terus gimana pendidikan Indonesia mau maju kalau kayak gini?

Oke, solusinya hanya satu: Taburkan “serbuk-serbuk” teknologi di kelas itu!

***

Ada sebuah analogi sederhana…

Misalnya, ada sebuah sekolah yang bersebelahan. Anggap aja nama sekolahnya SMA Lazuardi dan SMA Citra Bangsa (terinspirasi dari novelnya Fahd Djibran. Hehehe…). Nah, di SMA Lazuardi ini, para siswanya menggunakn teknologi untuk menunjang proses pembelajaran termasuk gurunya. Sedangkan di SMA Citra Bangsa, hanya menggunakan spidol, penghapus, papan tulis, dan buku paket saja. Sekolah mana yang lebih maju? Belum dapat gambaran ya? Oke, kalau gitu, Anda “terpaksa” harus membaca terus artikel ini sampe tuntas! *devil*

Suasana kelas SMA Lazuardi:

  1. Di depan pintu kelas, ada sebuah finger scanner yang berfungsi untuk mengabsen kehadiran siswa. Kalau misalnya ada siswa yang datang setelah waktu masuk kelas yang telah ditentukan (alias telat), maka otomatis alat itu akan merekam siswa itu sebagai siswa yang telat pada hari itu dan akan direkap. *Tapi kayaknya, ganas banget ya, alat ini? – not recommended – kasihan siswanya. 🙂 *
  2. Sebelum pelajaran dimulai, guru akan menyetel video yang disenangi oleh siswa untuk meningkatkan mood belajar. Kalau menurut rekomendasiku sih, highlight pertandingan sepak bola semalam. #betul-betul e-Learning.
  3. Ketika mengajar, guru tinggal mendownload modul pembelajaran yang ada di internet (tentunya dengan wifi gratis yang disediakan pihak sekolah dong – masa yang bayar? ) jadi nggak perlu membawa buku paket lagi. Yah, sebenarnya tergantung efektivitas sih, kalau lebih efektif pake buku paket, ya pake buku paket aja, tapi kalau misalnya dari buku paket aja kurang, bisa dilengkapi dengan modul-modul dari internet.
  4. Setelah menjelaskan, bisa mendownload latihan-latihan soal dari internet untuk mengasah intelejensi siswa.
  5. Terkadang, cara belajar-mengajar konvensional kurang efektif. Jadi, sekali-kali bisa dengan memberi tugas siswa untuk presentasi dengan slide yang sudah disediakan oleh guru (slidenya yang polos aja lah, kasihan kan gurunya kalau harus buat yang “keren”? )
  6. Kalau ada siswa yang mengantuk, dari kursi akan keluar sepasang tangan yang akan memijat pundak siswa. *Jangan ketawa, bro! Terkadang penemuan besar tercipta dari hasil pemikiran yang nggak genah kayak gini.*
  7. Kalau siswa lagi malas belajar, video motivasi akan mengambil alih.
  8. Kalau guru lagi malas ngajar, bisa tukeran ma siswa. *Ngaco ah*
  9. Kalau siswanya masih malas juga, libur aja lah. #horeeee….
  10. Kalau dibuka dengan highlight, masa nggak ditutup dengan highlight juga? 🙂 – very recommended.

***

Sedangkan, suasana kelas SMA Citra Bangsa:

Kebalikannya semua!

Kayaknya, masa depannya suram deh…

***

Apa aja sih modalnya?

  1. wifi gratis dari sekolah
  2. proyektor dan layarnya. Kalau nggak ada layarnya, dinding pun jadi.
  3. laptop
  4. finger scanner (opsional)
  5. kursi yang bisa keluar tangannya (iiiih, horor…)
  6. niat yang kuat, tekad yang bulat, keinginan yang mantab dari siswa dan guru untuk benar-benar memanfaatkan teknologi yang ada demi kemajuan ilmu pengetahuan.

***

See ya!

[mzaini30]

Image

Doain menang ya…

Iklan

One thought on “My Future is in My Class: Bener nggak?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s