Kualitas dan Arti Sebuah Kepuasan


Yap, mungkin judul artikel kali ini agak sedikit kaku tapi nggak papa lah karena saat ini memang lagi pengen bahas hal ini. Kenapa? Udah ah, nggak usah banyak tanya langsung kita bahas aja.

Secara fitrah, orang itu pasti maunya yang berkualitas. Walaupun itu misalnya hape yang paling murah, tetap aja orang itu nyarinya yang berkualitas. Ada sih orang yang ngomong kayak gini, “Nggak papa lah aku beli yang itu. Yang penting kan murah.” Terus, tiba-tiba barang itu rusak. Yakin deh, pasti di hatinya itu ada rasa penyesalan. “Yah, barangnya rusak.” Gitu mungkin batinnya.

Jadi, yang mau kukatakan di sini adalah jadi orang itu harus jujur. Kalau menjual barang misalnya, kalau barang itu memang jelek, ya ngomong kalau itu memang jelek. Kekurangannya kita sebutin. Jangan sampai karena kita ini pinter ngomong terus kita yakinkan orang lain supaya beli produk jelek yang kita jual. So, kan masih banyak produk yang lain. Ada yang lebih bagus. Kalau nggak ada yang bagus, terus kenapa kita jual? Mungkin di awal-awal toko kita rame karena kita pinter ngomong tapi aku yakin deh pasti lama-kelamaan ketika ada saingan yang menjual produk yang lebih bermutu, yang lebih berkualitas, orang-orang akan berpaling ke toko yang lebih berkualitas itu.

Dan poin kedua yang penting juga adalah harga. Jangan sampe kita menjual produk dengan harga yang tinggi. Sebenarnya sih, harga mahal atau murah itu relatif bukan hanya selisih dari harga jual dengan harga beli. Mahal atau murahnya harga itu diukur dari saingan. Ya, dengan saingan. Kalau di tempat lain ada orang jualnya tiga kali lipat lebih murah daripada di tempat kita, sudah pasti kan yang mana yang orang-orang akan pilih.

Jadi, kunci yang pertama itu adalah harga yang murah sebagai pemancing dan yang kedua adalah kualitas. Percuma aja harganya murah tapi nggak berkualitas. Orang-orang pasti langsung meninggalkan produk itu. Mending kalau cuma dia yang meninggalkan. Coba kalau kejelekan produk itu dia ceritakan pada orang lain. Dalam dunia bisnis ada yang namanya Word of Mouth atau yang biasa disingkat sebagai WoM. Nah, media promosi yang paling ngefek itu adalah WoM itu. Dan media penjatuhan produk itu juga WoM itu. Jadi, yang penting itu natural aja lah karena WoM itu natural. Nggak bisa diciptakan. Kalau ada orang yang bisa menciptakan WoM sebenarnya bukan menciptakan tetapi hanya memancing orang untuk membentuk WoM itu.

Yah, mungkin materi saat ini lumayan berat yah. Tapi nggak papa lah. Moga aja orang yang kumaksud—yang kusindir maksudnya—di artikel ini moga langsung bisa menginstropeksi dirinya supaya nggak jual barang mahal-mahal sama moga aja produk yang dijualnya lebih berkualitas daripada sebelumnya.

Wassalam…

Iklan

9 thoughts on “Kualitas dan Arti Sebuah Kepuasan

  1. kalo di toko2 besar yang jual bermacam2 merk kadang mereka nyebutin kok kekuragan dan kelebihan produknya biar konsumen bisa milih, cuman tetap menggiring ke salah satu produk sih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s