Hidup Hemat dan Sederhana? Kenapa Nggak


Seringkali dalam kehidupan ini kita lebih sering kemakan gengsi. Pas ngelihat ada temen yang pake hape baru, kita jadi pengen beli hape baru. Pas ngelihat ada temen pake batu akik, kita jadi pengen pake batu akik juga. Sehingga akhirnya kita pun lupa pertanyaan yang sangat penting bagi kehidupan kita :

Sebenarnya aku butuh nggak sih sama barang-barang itu?

Padahal mungkin dalam sebulan gaji yang kita terima buat membeli sembako aja ngepas. Tapi kenapa ya kalau ngelihat orang lain pake barang bagus kita jadi pengen beli juga, kita pengen punya juga. Sebenarnya sih sah-sah aja kita beli barang-barang yang bagus. Beli barang-barang yang mewah sih boleh-boleh saja. Tapi, pernah nggak kita mikir bahwa seringkali pengeluaran kita lebih banyak daripada pemasukan kita.

Oke, anggap aja saat ini kita sudah bisa berpikir jernih. Kita sudah bisa membedakan mana yang penting dan mana yang nggak penting. Mana yang kebutuhan dan mana yang sekedar pengen. Tapi yang susah itu ketika ada temen ngajak dan pastinya susah banget kan buat nolak. Oke fren, kalau kita terus terjebak pada paradigma itu, kita nggak bakalan bisa menjadi diri kita sendiri. Kita akan terus hidup pada bayang-bayang orang lain. Jadi, coba deh mulai sekarang kita katakan tidak pada setiap “ajakan” yang nggak sesuai dengan apa yang menjadi prinsip kita selama ini.

Oh ya, aku ngomong gini bukan berarti aku nggak pernah salah ya. Aku ini sering salah. So, aku salah bukan karena aku pengen. Tapi pas waktu itu aku lupa dengan prinsip itu. Yah, kalau orang bilang sih Manusia tu Tempatnya Salah dan Lupa. Ya memang benar sih dengan statement itu tapi kan kita sebagai orang yang berakal, orang yang berpendidikan setidaknya mengurangi persentase kesalahan dan kelupaan kita. Iya nggak?

Nah, kembali ke Hidup Hemat, coba deh mulai sekarang kita hanya mengonsumsi hal-hal yang bermanfaat bagi kita. Mengonsumsi itu nggak cuma makan lo, Sobat. Main game itu juga mengonsumsi. Kan di dunia ini ada konsumsi dan ada produksi. Kalau nggak konsumsi, berarti produksi. Nah, pertanyaannya adalah apakah kita butuh dengan yang namanya ngegame? Ya butuh lah. Piye to. Tapi setidaknya jangan berlebihan lah kalau main game. Betul nggak?

Akhir kata, follow Twitterku ya : @mzaini30 🙂

Iklan

2 thoughts on “Hidup Hemat dan Sederhana? Kenapa Nggak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s