Bacaan Pendek dan Propaganda


Masih sangat hangat di pikiran kita perbincangan tentang ISIS. Berkali-kali media tipi mengabarkan tentang ISIS. Oke, walaupun aku jarang buka tipi bukan berarti aku nggak pernah buka tipi kan? Dan herannya, pas buka tipi, beritanya masih aja tentang ISIS. Dan pasti orang pun akan bertanya,

ISIS tu apa sih, udah kayak artis aja

Di tipi, berkali-kali diingatkan bahwa propaganda ISIS ini menyebar di media sosial di mana kalau aku amati, media sosial ini kan dah kayak sms, beritanya tu singkat-singkat. Apalagi kalau twitter yang cuma 140 karakter. Nggak bisa lebih.

Dan ternyata analisisku ini salah.

Media sosial, sesingkat apapun space yang diberikan oleh pengelolanya–atau bahasa gaulnya : developer–tetap saja kita masih bisa memberikan link supaya bisa dibuka dan pastinya artikel yang dihadirkan itu termasuk panjang kan? Walaupun sebenarnya kalau diprint juga palingan nggak sampe sepuluh lembar.

Lalu, apakah ada kaitannya antara bacaan yang pendek dengan propaganda?

Oke, di sini aku agak bingung. Ntar, mau refreshing dulu–sambil merenung (ciyee…).

Oke, sekarang ganti fokus permasalahan.

Propaganda Media dan Sempitnya Sudut Pandang

Apa yang kita tau tentang sudut pandang? Intinya itu adalah sudut pandang itu berbicara tentang seluas apa kita memandang suatu objek.

Seperti yang kita tau ya, manusia itu pasti terdiri dari dua elemen, baik dan buruk. Kalau dalam filosofi Tiongkok, ada yin dan yang, elemen baik dan elemen buruk. Nah, hubungannya dengna sudut pandang adalah, setiap manusia kan pasti ada buruk dan baiknya. Ketika kita memandang teman kita–yang paling akrab maksudnya–apa yang terlintas di benak kita? Baiknya kah buruknya? Pastinya baiknya kan? Begitu pula ketika kita memandang musuh kita. Pastinya kan kita memandang buruknya.

Karena media menghadirkan kepada kita apa itu ISIS dengan membawakan sudut pandang yang sempit, akhirnya kita memusuhi ISIS. Dan begitu pula pendukung ISIS. Karena mereka punya sudut pandang yang sempit pula, jadinya juga mati-matian membela ISIS.

Lalu, Bagusnya Gimana Ya, Kak?

Oke, tak jawab jujur aja ya, aku nggak tau.

Sebenarnya sih ya, yang benar-benar mengancam Indonesia–lebih khususnya itu umat Islam–adalah agama Syiah. Aneh ya, padahal Syiah hari ini sudah mengaku dirinya Syiah yang berarti bahwa kepemerintahan kita sudah berbahaya atas ancaman Syiah itu. Anehnya, kok tipi nggak pernah memberitakan ya? Bukan hanya nggak diberitakan aja, ada beberapa fakta lapangan yang membuat kita akanbahaya Syiah. Untuk lebih jelasnya tentang berita-berita pergerakan Syiah, kamu bisa mengunjungi portal berita Islam kayak http://arrahmah.com dan portal berita Islam yang lain.

Terima kasih sudah membaca tulisan ABSURD ini πŸ˜€

Sekali-kali nggak ceto nggak masalah kan? :mrgreen:


Follow @mzaini30 buat Update Blog berikutnya πŸ™‚

Iklan

2 thoughts on “Bacaan Pendek dan Propaganda

  1. Selain Syiah, Ideologi Kapitalisme juga berbahaya jg Mas. Dimana ideologi ini membuat negara Indonesia terancam Neoliberalisme dan NeoImperialisme. Itu yang membuat kekayaan Indonesia yang berupa bahan tambang tidak bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat Indonesia. Karena dikuasai oleh perusahaan Asing.

    Singkatnya, penjajahan gaya baru. Apa itu Neoliberalisme dan NeoImperialisme, bisa di googling! πŸ™‚

    • Sebenarnya sih semua orang udah tau penjajahan modern sekarang ini apa. Kayak freeport gitu kan maksudnya? Aku yakin, pemerintah pun pastinya juga udah tau. Tapi…

      Entah mengapa harta dunia yang fana ini membutakan semuanya πŸ˜₯

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s