Karakter Dienul Islam #Episode2


Islam adalah Dienur Rahmah (دين الرحمة)

َوَمَا أَرسَلنَاكَ إِلاَ رَحمَةً لِلعَالَمِين

Kami tidak mengutus engkau (wahai Muhammad) melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia (Al Quran surat Al Anbiya ayat 107)

َهُوَ الَّذِي أَرسَلَ رَسُولَهُ بِالهُدَى وَدِينِ الحَقِّ لِيُظهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّه وَلَو كَرِهَ المُشرِكُون

Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama meskipun orang musyrik membenci. (Al Quran surat As Shaf ayat 9)

رَحمَة –> الرِّقَّةُ وَالتَّعَطُّف

Rahmat artinya kelembutan yang berpadu dengan rasa iba (Lisanul Arab, Ibnul Mandzur)

Tafsir Ulama

Ibnul Qoyyim Al Jauziyah (At Tibyan fi Aqsamil Quran)

Rahmat = Mendapat manfaat dari diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam

Alam semesta Mendapat manfaat secara umum
Orang yang mengikuti beliau Meraih kemuliaan di dunia dan di akhirat sekaligus
Orang kafir yang memerangi beliau Disegerakan pembunuhan dan maut bagi mereka
Orang kafir yang terikat perjanjian dengan beliau Dibiarkan hidup di dunia dalam perlindungan dan perjanjian
Orang munafik Terjaganya darah, harta, keluarga, dan kehormatan mereka
Umat manusia setelah beliau diutus Allah taala tidak memberikan azab yang menyeluruh dari umat manusia di bumi

Semua mendapat manfaat dari diutusnya nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam

Muhammad bin Aly Asy Syaukani (Fathul Qadir)

Makna ayat ini adalah tidaklah Kami mengutusmu, wahai Muhammad, dengan membawa hukum-hukum syariat, melainkan sebagai rahmat bagi seluruh manusia tanpa ada keadaan atau alasan khusus yang menjadi pengecualian. Dengan kata lain, satu-satunya alasan Kami mengutusmu, wahai Muhammad, adalah sebagai rahmat yang luas. Karena Kami mengutusmu dengan membawa sesuatu yang menjadi sebab kebahagiaan di akhirat.

Muhammad bin Jarir Ath Thabari (Tafsir Ath Thabari)

Allah mengutus nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam sebagai rahmat bagi seluruh manusia, baik mukmin maupun kafir. Rahmat bagi orang mukmin yaitu Allah memberinya petunjuk dengan sebab diutusnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu alaihi wa sallam memasukkan orang-orang yang beriman ke dalam surga dengan iman dan amal mereka terhadap ajaran Allah. Sedangkan rahmat bagi orang kafir, berupa tidak disegerakannya bencana yang menimpa umat-umat terdahulu yang mengingkari ajaran Allah.

ِمَن آمَنَ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ كَتَبَ لَهُ الرَّحمَة فِي الدُّنيَا وَالآخِرَة, وَمَن لَم يُؤمِن بِاللهِ وَرَسُولِهِ عُوفِيَ مِمَّا أَصَابَ الأُمَم مِنَ الخَسَفِ وَالقَذَف

Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, ditetapkan baginya rahmat di dunia dan akhirat. Namun siapa saja yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu, seperti mereka semua ditenggelamkan atau diterpa gelombang besar. (Ibnu Abbas radhiyallahu anhu)

ُِتَمَّتِ الرَّحمَةُ لِمَن آمَنَ بِهِ فِي الدُّنيَا وَالآخِرَةِ, وَمَن لَم يُؤمِن بِه عُوفِيَ مِمَّا أَصَابَ الأُمَمُ قَبل

Rahmat yang sempurna di dunia dan akhirat bagi orang-orang yang beriman kepada Rasulullah. Sedangkan bagi orang-orang yang enggan beriman, bentuk rahmat bagi mereka adalah dengan tidak ditimpa musibah yang menimpa umat terdahulu (Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma)

Muhammad bin Ahmad Al Qurtubi (Tafsir Al Qurtubi)

ِكَانَ مُحَمَّدٌ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ رَحمَةً لِجَمِيعِ النَّاسِ فَمَن آمَن بِهِ وَصَدَقَ بِهِ سَعَدَ, وَمَن لَم يُؤمِن بِهِ سلم مِمَّا لِحَقِّ الأُمَمِ مِن الخَسَفِ وَالغَرَق

Muhammad shallallahu alaihi wa sallam adalah rahmat bagi seluruh manusia. Bagi yang beriman dan membenarkan ajaran beliau, akan mendapat kebahagiaan. Bagi yang tidak beriman kepada beliau, diselamatkan dari bencana yang menimpa umat terdahulu berupa ditenggelamkan ke dalam bumi atau ditenggelamkan dengan air. (Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma)

ُفَهُوَ لِهَؤُلاَءِ فِتنَة وَلِهَؤُلاَءِ رَحمَة, وَقَد جَاءَ الأَمرُ مُجمَلاً رَحمَة لِلعَالَمِينَ. وَالعَالَمُونَ هَاهُنَا : مَن آمَنَ بِهِ وَصَدَّقَهُ وَأَطَاعَه

Dengan diutusnya Rasulullah, ada manusia yang mendapat bencana, ada yang mendapat rahmat, walaupun bentuk penyebutan dalam ayat ini sifatnya umum, yaitu sebagai rahmat bagi seluruh manusia. Seluruh manusia yang dimaksud di sini adalah
orang-orang yang beriman kepada Rasulullah, membenarkannya dan menaatinya
(Ibnu Zaid)

Ash Shabuni (Shafwatut Tafasir)

رَحمَة = rahmat bagi seluruh makhluk

إِنَّمَا أَنَا رَحمَةٌ مهداة

Sesungguhnya aku adalah rahmat yang dihadiahkan (oleh Allah) (Hadits diriwayatkan oleh Bukhari)

Pemahaman yang Salah tentang Rahmat

  1. Berkasih Sayang dengan Orang Kafir

    َلاَ تَجِدُ قَومًا يُؤمِنُونَ بِاللهِ وَاليَومِ الآخِرِ يُوَادُّونَ مَن حَادَّ الله وَرَسُولَهُ وَلَو كَانُوا أَبَاءَهُم أَو أَبنَاءَهُم أَو إِخوَانَهُم أَو عَشِيرَتَهُم

    Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka (Al Quran surat Al Mujadalah ayat 22)

  2. Berkasih Sayang dalam Kemungkaran (Meninggalkan Amar Makruf Nahi Mungkar)

    ٍإِنَّ الرِّفقَ لاَ يَكُونُ فِي شَيءٍ إِلاَّ زَانَهُ. وَلاَ ينزعُ مِن شَيء إلِاَّ شَانَه

    Tidaklah kelembutan itu ada pada sesuatu kecuali akan menghiasnya. Tidaklah kelembutan itu hilang dari sesuatu kecuali akan memperburuknya. (Hadits diriwayatkan oleh Muslim nomor 2.594)

  3. Berkasih Sayang dalam Penyimpangan Agama

    ِلَكُم دِينُكُم وَلِيَ دِين

    Untukmu agamamu dan untukku agamaku

    ِوَالعَصرِ إِنَّ الإِنسَانَ لَفِي خُسرٍ إِلاَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَات وَتَوَاصَوا بِالحَقِّ وَتَوَاصَوا بِالصَّبر

    Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat-menasehati supaya menaati kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran. (Al Quran surat Al Ashr ayat 1-3)

    إِذَا عَلِمتَ الخَطِيئَةَ فِي الأَرضِ كَانَ مَن شَهَدَهَا فَكَرَهَهَا كَمَن غَابَ عَنهَا. وَمَن غَابَ عَنهَا فَرَضِيهَا كَانَ كَمَن شَهَدَهَا

    Jika engkau mengetahui adanya sebuah kesalahan (dalam agama) terjadi di muka bumi, orang yang melihat langsung lalu mengingkarinya, ia sama seperti orang yang tidak melihat langsung (tidak dosa). Orang yang tidak melihat langsung namun ridha terhadap kesalahan tersebut, ia sama seperti orang yang melihat langsung (mendapat dosa) (Hadits diriwayatkan oleh Abu Daud nomor 4.345)

  4. Menyepelekan Masalah Aqidah

    َوَلَقَد بَعَثنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعبُدُوا اللهَ وَاجتَنِبُوا الطَّاغُوت

    Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), “Sembahlah Allah saja, dan jauhilah Thagut” (Al Quran surat An Nahl ayat 36)

    ٍإِنَّهُ مَن يُشرِك بِاللهِ فَقَد حَرَّمَ اللهُ عَلَيهِ الجَنَّةَ وَمَأوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِن أَنصَار

    Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga dan tempatnya ialah di neraka. Tidaklah bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun. (Al Quran surat Al Maidah ayat 72)

    َوَلاَ تَكُونُ مِنَ المُشرِكِينَ مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُم وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزبٍ بِمَا لَدَيهِم فَرِحُون

    Janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka (Al Quran surat Ar Rum ayat 31-32)

Alhamdulillah, selesai juga, @mzaini30 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s