Esensi Bahasa Penduduk Surga by @wirawanhabibie


Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran.
Bahasa yang Allah pilih menjadi bahasa penduduk surga.
Bahasa paling otentik dari segala bahasa.
Bahasa yang mampu bertahan 40-an abad tanpa perubahan.
Sekali lagi, tanpa perubahan.

Sangat berbeda dengan bahasa Inggris yang baru bertahan 200-an tahun dengan segala perubahannya. Sampai-sampai, andaikan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang hidup di abad ke-7 bertemu dengan King Abdullah (almarhum–ed) yang hidup pada abad ke-21 ini, niscaya mereka masih bisa ngobrol ngalor-ngidul menggunakan Bahasa Arab. Sangat berbeda ceritanya kalau Ratu Elizabeth II atau Pangeran William yang hidup di abad ini bertemu dengan mbah buyutnya, King Arthur, yang ada obrolan mereka malah nggak nyambung walaupun mereka sama-sama penguasa Inggris pada zamannya. Itu karena banyak sekali perubahan mendasar yang terjadi pada Bahasa Inggris.

Bahasa Arab dengan segala keistimewaan dan keagungannya di atas bahasa lain adalah anugrah tersendiri yang Allah berikan bagi umat Islam. Bahasa Arab adalah satu-satunya bahasa yang dapat menyatukan umat Islam. Bahasa yang dapat menggelorakan semangat umat dalam orasi, menghadirkan syahdu dalam tilawah, serta menghadirkan kegembiraan dalam canda.

Lantas, ketika agama Islam disiarkan ke seluruh penjuru dunia, para Sahabat, Tabiin, dan generasi selanjutnya pun tetap konsekuen menggunakan Bahasa Arab. Bahkan, kitab-kitab yang ditulis para ulama di seluruh penjuru dunia tetap menggunakan Bahasa Arab meski ulama itu bukan keturunan Arab dan tidak lahir di negeri Arab. BAhasa Arab telah dijadikan bahasa penyatu umat dari ujung barat Maroko hingga ujung timur Merauke. Sehingga bahasa yang sepatutnya digunakan oleh umat Islam pun juga Bahasa Arab.

Sahabat, masih banyak keistimewaan Bahasa Arab mungkin sudah kita ketahui. Dan Alhamdulillah, sudah banyak dari kita yang menguasai bahasa keren tersebut. Tapi sahabat,

Esensi dari bahasa adalah sebagai alat komunikasi, bukan sekedar materi untuk dikaji dan memenuhi lembaran-lembaran buku catatan.

Setiap bentuk komunikasi–percakapan, tulisan, isyarat, dan lain sebagainya–hanya akan mencapai ghoyahnya (tujuannya) apabila bahasa yang digunakan di dalamnya berjalan pada kodratya tersebut.

Terlebih, sebagai orang Muslim, seharusnya kita menyadari bahwa lisan yang Allah berikan ini bukanlah hanya untuk ber-omong kosong belaka atau sekedar diam membisu menunggu mati. Lisan yang sempurna ini Allah berikan untuk berkarya, mengabdi untuk-Nya.

Yakinilah, bahwa sekecil apapun amalan kita dalam menghidupkan bahasa penduduk surga, pasti Allah akan membalasnya.

@wirawanhabibie bersama @mzaini30 :mrgreen:

PS : Terima kasih banyak buat @wirawanhabibie dan @ALHUFFAZHmagz yang telah bersedia tulisannya dimuat di blog sederhana ini

Iklan

8 thoughts on “Esensi Bahasa Penduduk Surga by @wirawanhabibie

  1. Gak sia-sia pernah belajar bahasa arab, alhamdulillah sedikit bisa walaupun masih dasar. Berharap bahasa ini gak kalah pamor dari bahasa internasional, padahal sebenernya lebih keren.

    • Mmmm… sebenarnya kurang tepat juga sih karena kebanyakan nabi diturunkan ke kaum Yahudi. Makanya ketika Nabi Muhammad ditetapkan sebagai Nabi dan Rasul terakhir, kaum Yahudi berkonspirasi untuk menggulingkan beliau dengan berbagai cara.

  2. A brilliant piece Daniel, absolutely brilliant. Thank you so much. That Barack Hussein Obama, this contemptible, utterly vile excuse for a human being, is the leader of the free world fills me with unspeakable anger.We are a righteous nation filled with good and righteous people and seeing him make immoral alliances with leaders of blood lusting islamic nations is an evil that is beyond cosherpenmion. Those of us who are righteous can only weep with a sadness that is inconsolable and pray that by 2012, the damage that he has done to our nation, and the world, is not entirely irreversible.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s