Jangan Pernah Malu Membumikan “Kata Ideal”


image

“Hidup itu, kalau nggak mempengaruhi ya dipengaruhi,” ungkap Ustadz Syihab senja itu…

Di waktu senja ini, akupun kembali teringat dengan wejangan semangat Ustadz Syihab di mahad Isy Karima. Ya, benar, hidup itu kalau nggak mempengaruhi ya dipengaruhi. Sama seperti kamu saat ini, melihat judul “jangan pernah malu membumikan kata ideal”, tentunya kamu saat ini sudah siap dipengaruhi oleh tulisan-tulisanku tentang apa itu ideal, bagaimana cara membumikan kata ideal, bagaimana supaya kita tetap teguh menjalankan kata ideal yang kita pahami tersebut.

Jadi….

Apa sih menurutmu ideal itu? Pastinya kan pemahaman kita berbeda kan ya? Sama seperti perdebatan besar di antara para psikolog klasik: nature vs nurture, kehendak bebas vs tanpa kehendak, alam bawah sadar vs alam sadar. Ya, semuanya berbeda dan masing-masing kerangka pemikiran tersebut akan membentuk mazhabnya masing-masing dan akan menarik pengikut-pengikut yang memiliki konsep pemikiran sama. Oleh karena itu, kita pun mendapatkan bahwa ada banyak sekali aliran filsafat: eksistensialisme, humanisme, sekularisme. Kita takkan membahas benar-salah dalam menghadapi aliran-aliran tersebut, mungkin akan dibahas lain kali.

Jadi, sudahkah konsep ideal itu sama di antara kita? Kalau menurutku, ideal itu adalah ketika kamu sadar bahwa hidup betapa singkat dan kamu seharusnya sudah tau bahwa alam setelah kita “tiada” akan berbeda dengan saat ini. Alam apa itu? Hanya Tuhan yang dapat menjelaskan. Tak punya Tuhan? Sadarlah kawan, karena agama bukan hanya identitas tapi jawaban sesungguhnya atas kehadiran kita saat ini. Kehadiran aku dan kamu.

Sudah terpengaruh?

Ideal bagiku berikutnya adalah ketika kamu tau bahwa tak ada yang namanya sia-sia di kehidupan ini. Semua memiliki makna. Semua memiliki rasa; juga jiwa. Maka, tak layak bagi kita untuk “menganggap remeh” segala jiwa yang berdetak di alam “hidup” ini. Manfaatkan sebaik-baiknya. Manfaatkan dengan sepenuh hormat. No free lunch kalau kata bule londo. Setiap perbuatan tentu ada konsekuensinya. Kamu bermalas-malasan ketika menghadapi tugas, tentu akan dapat akibatnya. Ketika kamu rajin dan penuh semangat, tentu kau kan tau apa yang “seharusnya” kamu dapat.

Yap….

Hidup ini ideal. Segalanya telah dituliskan. Kita dapat mengubah apa yang dapat kita ubah dan seharusnya kita ikhlas terhadap segala hal yang tak dapat kita ubah. “Tuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah segala hal yang dapat diubah dan berilah aku ketabahan dalam menghadapi segala hal yang tak dapat diubah,” guratan tulisan dalam liontin ibunya Liz Murray dalam novel Breaking Night. Ketika kita bergerak, kita bisa menggerakkan “nasib” kita, ketika kita diam pasti terlindas. Aku, kamu, kita, tentu tau apakah harus bergerak ataukah hanya diam.

Sekali lagi kubertanya…

: Sudah terpengaruh?

Ya, kurasa kamu tau apa yang telah kudesainkan pada pikiran bawaa sadarmu

– salam freudian –

Iklan

55 tanggapan untuk “Jangan Pernah Malu Membumikan “Kata Ideal”

  1. Hmmm ideal ya. Menurutku ideal sih subjektif . Ga akan selesai kalo Kita pen nyari yg ideal itu gimana. Karena manusia sendiri kan sifatnya gapernah puas. Ehe

  2. Ideal menurut aku adalah bersyukur, menyadari kesempurnaan hanyalah milik Allah semata, yang bisa kita lakukan adalah berusaha semampu kita untuk melakukan yang terbaik.

    1. 1d3Michelle fails to remotely acknowledge that she does not have the right to just sit down &#In02;82dian Style” in the middle of a walk way at a public facility (i.e. store). That is called loitering, and likely violates fire codes. The target employees clearly handled the situation poorly, but people can’t just plop down wherever and whenever they feel like it. It is rude to inconvenient to other shoppers.

  3. Memberi warna atau diwarnai. Tergantung sih. Memang kesannya lebih bagus mewarnai. Tapi terkadang kita juga harus ‘rela diwarnai’ oleh nasehar” baik dari orang” sekitar~ hehehe

  4. saya setuju komen mba nurul, toap orang berbeda menafsirkan soal idealnya. kecuali sesuatu yg idealnya itu sudah ada pakem yg di tentukan πŸ˜‰ yang penting banyak bersyukur kdg kl terlalu menuntut ego ideal yg kita inginkan bila tak bs capai malah kuta jd stres sendiri.

  5. Alig tulisan Zaini ngomonginnya soal ideal. Ideal yg gue tahu baru sebatas bentuk atau berat badan, itupun masih mengundang perdebatan.
    Btw, ada tulisan soal mahzab. Paham banget ya sama mahzab 4 imam besar umat islam?
    Kalo ada, tolong buat tulisannya ya. Gue tertarik. Hehe…
    *maaf, malah request*

  6. Hidup ideal itu adalah ketika urusan dunia dan urusan akherat saling terisi secara seimbang dan seirama. Seperti halnya neraca yang sama rata, tiada berat sebelah. Selain itu hidup yg ideal adalah ketika hak dan kewajiban kita sebagai manusia/pegawai /orangtua/anak terpenuhi, dan selalu bersyukur atas setiap karunia yang kuasa :)))

  7. Ideal itu inspiratif.

    Kamu harus bisa menjadi berpengaruh, jangan terpengaruh.
    Kamu harus bisa memberi dampak positif, bukan yg menciptakan kekacauan.

    Ya menurut ku, hidup itu indah.
    Jangan dipersulit apalagi tak dinikmati .
    Sekian masbro.
    Thanks

  8. Kalau idela versiku sih segala sesuatunya harus tercukupi dari segi akses kemampuan.. Terlebih kemampuan sabar saat diphpin invoice yg tar sok tar sok.. Eh.. Curcor deh hahaha

  9. `takaran ideal tiap orang biasanya beda-beda ya, kadang menurut aku sesuatu itu udah ideal tapi menurut orang lain masih belum ideal, jadi intinya sesuai selera aja ya jangan dibikin ribet πŸ˜€

    1. Ellie – that cake looks amazing. I do love that cookbook – everything I've made from it so far has been a hit! But would you suggest cutting the cocoa and sutitibutsng somethng else? I'm so glad it's something you can enjoy without the guilt!

  10. Aku phobia sm kata ideal, karna aku gk pernah jadi yg idela buat dia.. **eeh curhat
    Ideal bagi aku saat kita sadar akan kodrat kita sebagai manusia, karna seringny manusia itu lupa hakikat dirinya yg sebenarnya sebagai hamba alloh. Itu saja

  11. hmm, ideal ya. jadi ingat dosen dulu ngomongin das sein dan das solen berkali-kali. dan menurut saya sih ideal itu ya ketika semua berjalan sesuai kodratnya. eh kodrat apalagi yak… ah biarlah setiap kata mencari maknanya sendiri.. Hihii

  12. Suka banget sama ungkapan β€œTuhan, berilah aku kekuatan untuk mengubah segala hal yang dapat diubah dan berilah aku ketabahan dalam menghadapi segala hal yang tak dapat diubah,” Tulisan yang mencerahkan, karena setiap orang tentu memiliki versi terbaik dari idealnya masing – masing. Tapi sebaik – baik versi ideal adalah ideal menurut-Nya.

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s