Mari Kita Pikir tentang Apa yang Sebaiknya Kita Pikirkan


Manusia itu kompleks. Aneh. Weird. Geek. Manusia itu membingungkan. Apakah manusia itu hidup untuk hari ini, hari esok, atau masa lalu? Aliran gestalt senantiasa menekankan bahwa manusia hidup untuk saat ini di tempat ini. Psikoanalisa senantiasa menggali kenangan-kenangan masa lalu. Eksistensial humanistik senantiasa berbicara tentang konsep-konsep masa depan. Hingga aliran postmodernisme yang senantiasa menekankan pada kehidupan setelah “hari ini”. 

Kapankah sebenarnya manusia itu hidup? Apakah hari ini, hari esok, atau kemarin?

Manusia juga senantiasa dihinggapi keraguan-keraguan padahal mereka memiliki akal. Untuk apakah akal itu sebenarnya? Untuk yakin atau ragu? Buah dari ilmu adalah yakin, yang kemudian akan diimplementasikan dalam bentuk amal dan akhlak.

Mengapa manusia tidak berpikir?

Mengapa manusia gagal? Mengapa manusia menyerah? Mengapa manusia gampang emosi? Mengapa manusia gampang terbawa suasana?

Di manakah akal mereka?

Akal adalah rumah dari yakin. Mengapa kita melakukan sesuatu yang tidak kita yakini? Mengapa kita melakukan sesuatu yang tidak kita pikirkan? Untuk apa akal selama ini?

Manusia adalah gerombolan semut.

Rasional akal atau irasional perasaan? Tak ada yang salah. Manusia harus rasional juga harus irasional. Manusia harus berpikir juga harus berperasaan.

Apakah kita memilih apakah harus menjadi manusia yang berperasaan atau berlogika?

Ya. Tapi pilihlah keduanya.

Manusia terkadang dominan di perasaan, terkadang dominan di akal. Namun, manusia memiliki akal untuk menentukan akal atau perasaan di situasi tertentu. Kita bisa memilih. Kita memiliki kekuatan yang tidak dimiliki makhluk lain. Manusia bisa lebih baik daripada malaikat atau lebih buruk dari setan. Manusia bisa memilih akan melakukan amalan penduduk surga atau penduduk neraka. Manusia bisa memilih agama apa yang ingin dianutnya. Manusia bisa memilih. Bisa memilih apapun.

Manusia bisa memilih hidup untuk hari ini atau masa lalu.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s