Marking Time : Karena Hidupmu Begitu Berharga



Sang Orator

Jas Merah : Jangan pernah sekali-kali lupakan sejarah

~ Presiden Sukarno

Menandai waktu…

Kita pun menjadi sadar bahwa selama kita menjalani kehidupan ini, betapa banyak waktu yang telah terbuang sia-sia… Baca lebih lanjut

Iklan

Good Bye Tag <p> :D


~ Secara nggak sengaja, Judul postingan ini mirip sama lagunya YUI : Good Bye Days 🐱 ~

Biasanya kalau kamu berkecimpung di dunia web design atau web developing pasti dah sesekali dihinggapi perasaan kesal sama tag <p>. Kenapa? Soalnya kan gini, kalau mau nunjukin kalau kumpulan kalimat itu adalah satu paragraf dan pengen loncat ke paragraf berikutnya, HTML menyuruh kita buat ngasih tag <p>. Nyebelin banget ya? 👿

Contohnya aja aku pengen buat tulisan kayak di bawah ini :

Malam…

Walaupun telah hilang dari samudera kehidupan…

Dan siang yang benderang membuatku bimbang…

Kau tetap di hatiku, sayang…

Nah, otomatis kan, tag HTML-ya kayak gini :

<p>Malam...</p>
<p>Walaupun telah hilang dari samudera kehidupan...</p>
<p>Dan siang yang benderang membuatku bimbang...</p>
<p>Kau tetap di hatiku, sayang...</p>

Capek kan ngetiknya?

Nah, untungnya beberapa minggu yang lalu aku dah kenal ma Markdown.

What is Markdown? Baca lebih lanjut

At Takatsur yang Menggetarkan


Kawan, pernah nggak kamu memperhatikan makna dari setiap ayat yang kamu baca? Pernah nggak kamu memperhatikan bahwa dari sekian surat pendek di Al Quran, maknanya itu begitu dalam, begitu luar biasa. Salah satunya surat At Takatsur.

Jadi kan ceritanya gini nih, suatu hari pas aku shalat Maghrib, aku nyoba dah untuk mengartikan setiap bacaan shalat yang kuucapkan dan yang diucapkan imam, termasuk bacaan Fatihah ma bacaan surat-surat pendeknya.

Waktu itu imam membaca surat At Takatsur. Aku pun menyimaknya dengan khidmat sambil berusaha mengartikan maknanya walaupun agak terbata-bata.

أَلهَاكُمُ التَّكَاثُر

Di ayat yang pertama ini yang kutangkap adalah keunikan dari segi Nahwu (grammar bahasa Arab) yaitu, kenapa kok padahal di awalnya itu alif lam tapi dikasih hamzah? Padahal kan kalau yang namanya alif lam itu nggak ada hamzahnya. Berarti aku berkesimpulan kalau alhakum di sini bukan termasuk kata benda tapi kata kerja dan otomatis yang menjadi subjeknya itu at takatsur yang berarti bermegah-megahan. Maka, artinya menjadi, Baca lebih lanjut

Menoreh Tinta dalam Samudra Sejarah


Ketika seorang bijak bertanya kepadamu, “Untuk apa kau menandai waktu?” apa yang akan kamu jawab?

In my opinion, waktu bukanlah hal yang sepele. Waktu, bagiku adalah suatu elemen yang akan menentukan seberapa berhargakah kehidupan kita di dunia ini. Ketika waktu tak memberikan harga, terus, apa bedanya seorang yang luntang-lantung tak ada kerjaan dengan seorang visioner yang disiplin dan penuh keyakinan?

Yah, semua itu karena waktu dan jiwa yang memberikan corak harga.

Mari kita berkeliling dulu dalam lautan sejarah sejak awal manusia mengenal tulisan hingga kita saat ini, di mana buku semakin terasing… Baca lebih lanjut

Eh, Masih Kenal Ma Buku, Nggak?


Perubahan gaya kehidupan dari tradisional menuju modernitas saat ini membawa dampak besar pada kehidupan kita. Yang dulunya orang itu bisa mensyukuri apa yang ada, kini selalu mencari mode terbaru. Entah dari mode hape, pakaian, makanan, hingga jalan-jalan. Yah, inilah dunia baru (new age movement), di mana segala hal dipandang dari sudut materi dan ego pribadi. Semakin lama, pandangan bangsa Indonesia pada umumnya akan bergeser menuju ke pandangan Barat. Dari gotong royong menuju individualistik, dari kepuasan batin menjadi rasa yang tak pernah puas dengan gemerlapnya mode dan fashion, dari mencintai keilmuan dan penuh filosofi kehidupan menjadi mencintai ngobrol ngalor-ngidul dan serba provokasi. Di tengah perubahan besar-besaran itu, tersimpan satu pertanyaan besar,

Di manakah posisi buku dalam peradaban kita saat ini?

Baca lebih lanjut

Harapan Besar Untuk Muslim Eropa


Tadi malam ada Ustadz yang menyampaikan sebuah perkataan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam tentang penaklukan Roma. Beliau menyampaikan bahwa penaklukan Roma nanti mempunyai ciri sebagai berikut :

  1. Tidak ditaklukkan dengan perang tapi hanya ditaklukkan dengan ungkapan takbir (Allahu Akbar) 3 kali
  2. Yang akan menaklukkannya nanti adalah Bani Ishaq

Oke, yang membuatku bingung itu, Bani Ishaq tu yang mana ya? Nah, akhirnya Ustadz itu menjelaskan kalau Bani Ishaq itu mempunyai ciri

  • Kulit putih
  • Hidung mancung

Langsung deh aku jadi keingat sama ras bangsa Eropa di mana bangsa Eropa tu kan hidungnya mancung sama kulitnya putih, beda dengan bangsa lain, apalagi bangsa Indonesia XD Baca lebih lanjut

Adab Ketika Membaca Quran yang Sering Terlupa


Pernah nggak kamu berpikir bahwa selama ini sudah membaca Quran tapi kok nggak ada efeknya dalam kehidupanmu?

Pernah nggak kamu merasa bahwa kayaknya ada yang salah dengan adab kita membaca Quran?

Ya. Apa itu?

Membaca Al Quran dengan Tartil

Padahal Allah sendiri sudah mengatakan

وَرَتِّلِ القُرآنَ تَرتِيلا

Bacalah Al Quran dengan Tartil (Al Quran surat Al Muzammil ayat 4)

Juga di Perkataan-Nya yang lain

لاَ تُحَرِّك لِسَانَكَ لِتَعجَلَ بِه

Janganlah menggerakkan lisanmu supaya cepat-cepat (membacanya) (Al Quran surat Al Qiyamah ayat 16)

Ya, kita sering melupakan hal ini padahal banyak sekali orang-orang yang hatinya tersentuh ketika dibacakan kepadanya ayat-ayat Al Quran. Contohnya adalah ketika Rasulullah shallallahu alaihi wa sallammelantunkan Al Quran di rumahnya, ada dua orang di luar rumahnya dengan bersembunyi, mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al Quran. Dua orang itu salah satunya Abu Jahal.

Sudah sering kita melihat ketika para Ustadz menyampaikan ayat-ayat Al Quran, beliau menyampaikannya seakan-akan seperti bukan membaca Al Quran. Padahal, membaca Al Quran beda dengan membaca hadits apalagi membaca syair. Karena itu adalah perkataan Allah subhanahu wa taala, tentu saja ada adab-adabnya. Salah satunya adalah membaca dengan tartil dan tidak tergesa-gesa.

@mzaini30 😉

Esensi Bahasa Penduduk Surga by @wirawanhabibie


Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran.
Bahasa yang Allah pilih menjadi bahasa penduduk surga.
Bahasa paling otentik dari segala bahasa.
Bahasa yang mampu bertahan 40-an abad tanpa perubahan.
Sekali lagi, tanpa perubahan.

Sangat berbeda dengan bahasa Inggris yang baru bertahan 200-an tahun dengan segala perubahannya. Sampai-sampai, andaikan Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam yang hidup di abad ke-7 bertemu dengan King Abdullah (almarhum–ed) yang hidup pada abad ke-21 ini, niscaya mereka masih bisa ngobrol ngalor-ngidul menggunakan Bahasa Arab. Sangat berbeda ceritanya kalau Ratu Elizabeth II atau Pangeran William yang hidup di abad ini bertemu dengan mbah buyutnya, King Arthur, yang ada obrolan mereka malah nggak nyambung walaupun mereka sama-sama penguasa Inggris pada zamannya. Itu karena banyak sekali perubahan mendasar yang terjadi pada Bahasa Inggris. Baca lebih lanjut